- Karhutlah, Ketua Gapki Sumsel: Kita jangan saling menyalahkan, kita harus antisipasi.

PERSADAEKSPRES.COM, PALEMBANG – Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indoneasia (GAPKI) Sumsel Periode 2019 – 2024 secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Gapki Pusat didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel di Hotel Harper Jalan R. Sukamto Palembang, Rabu, 12 Februari 2020.
“Disini luar biasa potensi sawitnya jadi dari 1,4 juta itu kita mungkin kalau secara tutupan sawit itu nomor 5 sekarang , masih kalah dengan Kalimantan, ada beberapa Kalimantan seperti kalimantan Utara dan Kalimantan Timur saya ada datanya juga,” ujar Ketua Gapki Cabang Sumsel Alek Suharto saat diwawancarai usai pelantikan.
Masih dikatakannya, potensi luar biasa dan juga yang penting kita kompak. Jadi kita bisa sama-sama saling dukung sesama pengurus, untuk menepiskan kampanye kampanye negatif, sekarang ini ke depannya itu bukannya makin ringan tapi makin berat, jadi kita juga harus sama-sama berjuang, Gapki di Sumsel ini baru 74 perusahaan anggotanya sedangkan perusahaan sawit itu ada diatas 250 artinya baru sekitar 30% – 40% dalam arti kita harus berjuang, dan juga seperti tadi yang sudah sampaikan.
“Seperti sekarang kira-kira kalau kita di dunia perkebunan buah matang, tapi dia punya dampak yang nilai tambah yang luar biasa,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai dampak Karhutlah, Alek menyatakan saat terjadi karhutlah selalu dialamatkan ke perkebunan kelapa sawit.
“Kita harus segera bergerak tadi saya sudah saya bicarakan dengan bidang bidang terkait, jadi kita harus lakukan segera training pelatihan khususnya untuk anggota anggota dari gapki kita juga kerja sama dengan instansi terkait, dalam hal ini drngan pemerintah lah, seperti Disbub,DLH,TPBD kemudian juga Akni,” ulasnya.
Lebih jauh dikatakannya, biasanya pihaknya mengandeng mereka untuk sama-sama dalam pelatihan jadi walaupun tidak menutup kemungkinan non gapki.
“Tujuannya adalah mengantisipasi kebakaran hutan, selama ini kebakaran yang terjadi itu yang khususnya lokasi di sumsel yang lainnya diluar sawit tetapi setiap ada kebakaran pasti selalu sawit penyebabnya padahal tidak begitu adanya,” bebernya
” Kita juga koordinasi dengan pihak pemerintah juga seperti apa Jangan saling menyalahkan kalau sudah terjadi kita antisipasi sebelum terjadinya minyak BBM dari sawit sendiri sejauh ini seberapa keterlibatan kita dengan pemerintah dan Pertamina Pusat, yaitu terlibat langsung dengan kebijakan Presiden Jokowi.
” Kita jangan saling menyalahkan apa yang sudah terjadi , jadi kita harus antisipasi sejak dini,Khusus Gapki pusat terlibat langsung dengan pemerintah, terakhir yang sudah disampaikan Presiden Jokowi mengenai B30 sudah jalan untuk targetnya di tahun 2020 dan target 2021 2022 B40,” ucapnya
” Itu salah satu upaya menepis isu isu negatif seperti ini seperti itu, ini kebijakan tidak mau ambil sawit/ Cpo itu tidak masalah akan kita pakai sendiri, kenapa kita harus pusing dengan luar sedangkan kita masih banyak kebutuhan, Kebijakan pemerintah inilah yang menunjang harga spit yang berpengaruh tetapi tidak jatuh sekali itu mungkin hanya eporia saja,” ungkapnya
” Dalam arti mungkin ada pihak pihak tertentu yang sengaja untuk menjatuhkan harga sawit, harga sawit saat ini tidak lagi selisih harga, sekarang ini mayoritas buah trek, jadi panen turun otomatis produksi turun, kenapa bisa produksi turun kurangnya pemupukan, nah inilah kebijakan B30,”pungkasnya. (Taa).



Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.