PERSADAEKSPRES, PALEMBANG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk tidak bersikap lemah dalam melaksanakan pengawasan lembaga keuangan di Kota Palembang. Karena, jika lembaga pengawasannya lemah maka akan berdampak pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Walikota Palembang, Harnojoyo saat menerima audensi Otoritas Jasa Keuangan Kantor regional 7 Sumatera Bagian Selatan (OJK KR 7 Sumbagsel) di rumah dinas Walikota Palembang, Selasa, 10 Februari 2020.
“Jika OJK lemah, maka kasian dengan masyarakat,” ungkapnya.
Harnojoyo mengatakan, Sumatera Selatan menjadi daerah tertinggi pulau Sumatera yakni 5,7% dan Palembang menjadi Kabupaten pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) yakni 6,7%.
“Pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi dan itu berdampak pada lembaga keuangan. Disitu perlu peran serta OJK dalam pengawasan uang masyarakat di perbankan dan lembaga keuangan yang ada disini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu juga, Harnojoyo berharap OJK juga ikut berperan dalam pelaksanaan pembangunan. Seperti yang diharapkan juga dari Bank Indoensia.
“Sebagai lembaga pengawasan tentu OJK dan BI memiliki power. Kami juga meminta bantuan kepada dua lembaga ini untuk mengajak lembaga dibawah pengawasannya berperan melalui CSR (Corporate Social Responbility). Seperti harapan kami dibangunnya air mancur menari di bawah jembatan Ampera,” ulasnya.
Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kota Palembang ini mengatakan, untuk menggeliatkan pendapatan ekonomi di Palembang, adalah dengan menggeliatkan pariwisata.
Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan menyediakan fasilitas pendukung yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke Palembang.
“Bukan memancing orang untuk datang dan menetap disini, kita ingin orang datang berwisata dan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD),” ungkapnya.
Harnojoyo menyambut baik silaturrahmi kepala OJK KR 7 Sumbagsel ini. Semoga bisa terjalin kerjasama yang baik, terutama salam menjaga uang yang disimpan masyarakat di lembaga keuangan.
“Terimakasih atas silaturrahmi ini, kami Pemerintah Kota Palembang akan selalu proaktif dalam rangka membantu tugas dari OJK itu sendiri,” tandasnya.
Sementara, Kepala OJK KR 7 Sumbagsel Untung Nugroho mengungkapkan, audiensi ini dalam rangka memperkenalkan diri sebagai kepala OJK Sumbagsel yang baru.
“Dimana saya baru saja dilantik pada 5 Februari yang lalu, jadi tujuan kami ingin silaturrahmi dengan pak Walikota sekaligus memperkenalkan diri,” katanya.
Lebih lanjut Untung berharap, OJK sebagai lembaga pengawasan, tentu sangat membutuhkan peran serta Walikota Palembang.
“Beberapa tugas kami diantaranya bidang pengawasan perbankan, salah satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) dimana pak walikota sebagai salah satu pemegang saham, selain itu pengawasan terhadap BPR, dan BPR Palembang merupakan salah satu BPR terbesar dibandingkan yang lain,” ulasnya.
Selain tugas pengawasan, lanjut Untung, OJK juga mempunyai tugas penting yaitu edukasi masyarakat, utamanya dalam rangka menangkal investasi bodong yang kerap terjadi.
“Kami OJK bersama Pemerintah daerah akan terus melakukan upaya edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam investasi bodong, diantaranya dengan memberikan pemahaman terkait lembaga keuangan harus memiliki izin dari OJK, bisa dilihat langsung di situs OJK, kami berharap masyarakat lebih bijak dalam menggunakan internet, agar tidak mudah terpengaruh,” sampainya. (Bb)




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.