-
Lokasi Tak Jauh dari Rumah Dinas Walikota Palembang

PALEMBANG, PERSADAEKSPRES.COM- Beberapa warga kota Palembang yang melintas di jalan Diponegoro (Kambang Iwak) tak jauh dari rumah dinas Walikota Palembang mengelus dada dan prihatin dengan hadirnya sosok ibu-ibu menggendong anak kecil saban malam hari. Apa yang sebenarnya ia cari, apakah betul ia ‘mengemis’ dan siapa sebenarnya sosok ibu tersebut? berikut penelusuran PERSADAEKSPRES.COM, Sabtu malam, 20 Oktober 2018.

Informasi berhasil dihimpun, Rizal (Warga Jakabaring Palembang) mengatakan ia tak kuasa menahan iba melihat sosok ibu paru baya saban hari diduga mengemis. Melihat kelakuannya, warga yang melintas di jalan tersebut spontan iba dan banyak yang membantu dengan cara menyisihkan uang, terkadang makanan dan minuman.
“Saya sedih dan prihatin plus miris sekali, ada ibu-ibu sambil menggendong anak kecil diduga mengemis ya. Lebih miris lagi, lokasi tak jauh dari rumah dinas Walikota Palembang. Saya berharap informasi ini sampai ke Pak Walikota Palembang sehingga beliau yang dikenal dekat dengan rakyat kecil ini dapat membantu. Kalau saya rela dan ikhlas sisihkan dana walaupun tak cukup membantu,”ucapnya.

Hal senada dikatakan Yani, warga Talang Semut Palembang. Menurut dia, setiap malam hari ketika pulang kerja, matanya selalu melihat sosok ibu-ibu tersebut. “Saya kasihan Pak. Balek lah Bu, kasihan anak kecik ini kagek masuk angin. Cari duit boleh tapi pikirkan jugo kesehatan,”ingatnya.
Lebih jauh dikatakanya, bahwa sosok ibu-ibu yang menggendong anak itu saban malam ini nyaris tak pernah absen ‘nongkrong’ di tepi jalan Diponegoro Palembang. Ia selalu ada sambil membawa karung berisi benda-benda rongsokan.

“Masih ada ya warga kota Palembang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saya merasa sedih dan tersentuh. Makanya saya hampiri, saya sisihkan ada sedikit rezeki. Saya ikhlas, yang semangat ya Bu,”tukasnya.
Terkait hal tersebut, ibu-ibu yang menggendong bayi tersebut mengaku bernama Evi Mala saat dikonfirmasi PERSADAEKSPRES.COM menolak dikatakan mengemis.
“Saya di sini kerjanya memulung, kebetulan duduk di sini. Saya ini menunggu bentor, untuk pulang ke Jakabaring,”ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, saya kerja memulung ini demi membantu cucu saya sekolah. Ibu cucu saya ini meninggal, sementara Ayahnya tak bertanggungjawab.
“Jadi inilah keseharian saya mencari uang, jika ada warga yang mau kasih bantuan saya terima,” tuturnya.
Evi Mala mengaku bersyukur walaupun dengan kerja memulung uang yang didapat tak seberapa dan terbatas, Ia akan selalu berusaha membantu cucunya sekolah.
“Hitung-hitung untuk bayar buku atau iuran jadilah, cucu saya ini adalah seorang pelajar di Madrasah yang berlokasi tak jauh dari Polresta Palembang,”ucapnya.
Evi mengaku terpaksa membawa cucunya untuk memulung, karena tak ada keluarga yang mengurus. “Saya terpaksa bawa cucu, tak ada keluarga yang mengurus. Kerja apapun saya ikuti, yang penting halal dan bisa membantu cucu saya sekolah,”pungkasnya. (Tim)



Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.