OGAN ILIR, PERSADAEKSPRES.COM- Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menyatakan dukungan penuh terhadap kemajuan dan pengembangan Pondok Pesantren Modern (PPM) Albasya. Sebagai bentuk dukungan, ia memastikan siap hadir pada peringatan Sewindu Albasya dan membantu fasilitas pembelajaran, termasuk peminjaman bus dan perlengkapan untuk menyambut tamu VVIP.
Dukungan itu disampaikan Panca saat menerima audiensi pengurus PPM Albasya yang disampaikan Sarono dan Taher, di Indralaya, Senin (29/9/2026). Bupati yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (APKASI) ini mengapresiasi peran Albasya dalam membantu pemerintah menyediakan pendidikan bernuansa keagamaan bagi masyarakat.
Putra H. Mawardi Yahya yang juga pendiri dan tokoh pemekaran Kabupaten Ogan Ilir itu menilai Albasya harus terus dijaga perkembangannya.
Untuk pengelolaan ponpes, alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini memberikan sejumlah masukan agar Albasya semakin maju. Pertama, penerapan pola pendidikan yang “warm” atau hangat dalam memperlakukan santri. Dengan perlakuan santun dan pendampingan intensif, orang tua yang menitipkan anaknya akan lebih tenang dan nyaman.
Kedua, aspek transportasi. Panca menyarankan agar disiapkan kendaraan antar-jemput bagi santri non-mukim, mengingat kondisi jalan di Ogan Ilir yang rawan kecelakaan lalu lintas.
Ketiga, penguatan daya tarik melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dan strategi promosi yang menyasar Gen-Z, seperti pemanfaatan media sosial agar eksistensi PPM Albasya semakin dikenal luas.
Terkait infrastruktur, Panca membuka ruang bantuan anggaran. “Untuk pembangunan dam, kolam dan laboratorium komputer misalnya silahkan ajukan proposal untuk dimasukkan ke anggaran kita tahun mendatang,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Panca juga menegaskan komitmen Pemkab Ogan Ilir terhadap penataan dan kesejahteraan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia menyebut Pemkab telah melantik 1.236 PPPK formasi 2024 yang terdiri dari 360 tenaga guru, 284 tenaga kesehatan, dan 592 tenaga teknis untuk mengatasi kekurangan tenaga di pelosok. Selain itu, Pemkab juga memproyeksikan pengangkatan ribuan honorer sisa menjadi PPPK Paruh Waktu dan telah menyiapkan ratusan miliar untuk formasi P3K demi menunjang pendidikan di Ogan Ilir. (KF /*RED)



Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.