BREAKING NEWS!:

Karhutla Mengintai Kertapati, Herman Deru-Ratu Dewa Tekankan Pencegahan dan Peran Warga

Spread the love

Kedua kepala daerah tidak hanya meninjau Posko Karhutla yang menjadi pusat pemantauan dan koordinasi penanganan kebakaran. 

Mereka juga menyusuri langsung kawasan lahan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan upaya pencegahan dan penanganan berjalan optimal.

Kertapati menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius karena memiliki enam kelurahan dengan karakteristik wilayah yang didominasi lahan basah, rawa, serta kawasan yang pada musim kemarau mengalami pengeringan cukup signifikan.

Kondisi tersebut membuat lahan menjadi lebih mudah terbakar ketika curah hujan menurun dan suhu meningkat. Vegetasi kering, termasuk sisa panen padi dan rerumputan, dapat menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api.

Ancaman semakin besar karena aktivitas masyarakat masih berlangsung di sekitar kawasan rawan. Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi harus dimulai dari pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Data di lapangan menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Sepanjang 2026, puluhan kejadian karhutla tercatat di wilayah Kertapati. Bahkan, sekitar 20 kasus terjadi hanya dalam kurun Agustus hingga September, seiring memasuki puncak musim kemarau.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, pencegahan harus menjadi strategi utama dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Kuncinya adalah pencegahan. Sosialisasi harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Ratu Dewa di sela peninjauan.

Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur hingga tingkat paling bawah. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi kawasan yang memiliki potensi kebakaran.

Ratu Dewa menilai Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat kecamatan dan kelurahan hingga ketua RT memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

Mereka diharapkan aktif memberikan edukasi sekaligus mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan.

“Peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, sampai RT sangat penting. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan bisa memberikan imbauan secara langsung,” katanya.

Selain sosialisasi secara tatap muka, Pemkot Palembang juga mendorong pemanfaatan berbagai saluran komunikasi untuk memperluas penyebaran informasi mengenai bahaya dan pencegahan karhutla.

Langkah ini dinilai penting mengingat mobilitas masyarakat di kawasan rawan cukup tinggi. Informasi mengenai kondisi cuaca, titik rawan, larangan pembakaran lahan, hingga langkah cepat ketika menemukan kepulan asap perlu disampaikan secara masif dan berulang.

Peninjauan bersama Gubernur Sumsel tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Palembang dalam menghadapi peningkatan risiko karhutla.

Kehadiran langsung kedua kepala daerah di kawasan rawan menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Di tengah kondisi kemarau yang semakin meningkatkan kerawanan, upaya pencegahan diharapkan dapat menekan jumlah kejadian sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat.

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan yang berpotensi terjadi kebakaran.

Dengan pengawasan yang diperkuat dari tingkat pemerintah hingga masyarakat, ancaman karhutla di kawasan Kertapati diharapkan dapat ditekan selama puncak musim kemarau tahun ini. (PGID/*RED)

Please follow and like us:
icon_Follow_en_US Karhutla Mengintai Kertapati, Herman Deru-Ratu Dewa Tekankan Pencegahan dan Peran Warga
en_US_save Karhutla Mengintai Kertapati, Herman Deru-Ratu Dewa Tekankan Pencegahan dan Peran Warga