BREAKING NEWS!:

Gubernur Herman Deru Tampilkan Program 100.000 Sultan Muda sebagai Andalan Menuju TPKAD Award 2026

Spread the love

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru memaparkan program unggulannya di hadapan tim penilai yang terdiri atas Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc.; Direktur Badan Usaha Milik Daerah, Badan Layanan Umum Daerah, dan Barang Milik Daerah (BUMD, BLUD, dan BMD) Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Drs. H. Yudia Ramli, M.Si.; Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah pada Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Erdiriyo, S.E., M.M.; Direktur Sistem Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Sulaimansyah, S.E.; serta sejumlah tim penilai lainnya.

Dalam paparannya, Herman Deru menegaskan bahwa Program 100.000 Sultan Muda bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan strategis yang selaras dengan Asta Cita, RPJMN 2025–2029, serta agenda percepatan akses keuangan daerah.

“Program ini menjadi unggulan TPKAD Sumsel karena mampu mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi,” ujar Herman Deru.

Ia menjelaskan, percepatan pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan Himbara, Bank Sumsel Babel, perbankan swasta, serta 17 TPKAD kabupaten/kota di Sumsel.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menyampaikan bahwa Sumsel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan seluruh TPKAD kabupaten/kota secara nasional.

Menurut Herman Deru, Sumsel memiliki potensi ekonomi yang besar di sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, hingga perikanan. Potensi tersebut diperkuat melalui akses pembiayaan produktif, hilirisasi, digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 10.956 Sultan Muda telah bergabung dalam ekosistem tersebut. Mereka tidak hanya didata sebagai pelaku usaha, tetapi juga difasilitasi untuk memperoleh akses pembiayaan, pendampingan usaha, pengembangan kapasitas, hingga peluang ekspor.

Herman Deru juga memaparkan empat strategi utama Program Sultan Muda, yakni perluasan akses keuangan, penyaluran Kredit Sultan Muda, business matching, serta penguatan ekosistem kewirausahaan. Semangat para Sultan Muda juga tercermin dari nilai pembiayaan yang telah disalurkan yang mendekati Rp1 triliun.

Sebagai pusat pembinaan, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama OJK Sumsel membentuk Sultan Muda Center yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha muda untuk memperoleh pendampingan, coaching, serta fasilitasi akses keuangan.

Selama 1,5 tahun terakhir, Sultan Muda Center telah mendukung sedikitnya 182 kegiatan pengembangan kapasitas. Selain itu, Pemprov Sumsel juga mengembangkan Kartu Anggota Sultan Muda sebagai identitas resmi sekaligus basis data terintegrasi untuk mengakses pelatihan, mentoring, business matching, hingga berbagai kegiatan pengembangan usaha.

Menurut Herman Deru, keberadaan Program Sultan Muda turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Saat ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sumsel tercatat sebesar 3,59 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional. Tingkat kemiskinan juga turun menjadi 9,85 persen dan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Sumsel, berada pada level satu digit. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,76, rasio gini sebesar 0,298, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) kita menurun. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap capaian tersebut adalah Program Sultan Muda. Dari sisi akses keuangan daerah, Sumatera Selatan merupakan provinsi yang luas dengan 17 kabupaten/kota, 241 kecamatan, serta 3.258 desa dan kelurahan. Karena itu, dibutuhkan pionir-pionir muda yang mampu mengakselerasi pembangunan. Kelebihan mereka adalah berasal dari Generasi Z, milenial, dan Generasi Alfa yang tentu lebih maju dalam pemanfaatan informasi dan teknologi,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menegaskan bahwa Program Sultan Muda sangat efektif dalam memperluas akses keuangan sekaligus mengakselerasi perekonomian daerah melalui pembiayaan produktif bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan mampu membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Bahkan, melalui Program Sultan Muda XporA, pembiayaan dihubungkan dengan pengembangan komoditas unggulan daerah. Sementara itu, terbentuknya ekosistem ketertelusuran ekspor mampu memperkuat daya saing produk daerah sekaligus memperluas peluang pasar global.

Herman Deru berharap Program Sultan Muda yang digagasnya mampu mengantarkan Sumsel meraih TPKAD Award 2026. Ia juga memohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar upaya tersebut membuahkan hasil.

Dalam sesi penilaian, Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Dr. Candra Fajri Ananda mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas melalui hilirisasi.

Menurutnya, Program Sultan Muda merupakan langkah positif dalam membangun basis pelaku usaha baru yang ke depan berpotensi memperluas basis penerimaan daerah. Ia juga mendalami berbagai aspek ekosistem program, mulai dari skema pembiayaan perbankan, perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga strategi menjaga daya saing ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menjelaskan bahwa hilirisasi telah mulai menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, seperti ekspor arang batok kelapa dan pengembangan bioavtur berbahan dasar kelapa yang dikembangkan oleh anak-anak muda di Kabupaten Banyuasin.

Apresiasi juga disampaikan oleh Tim Asesmen OJK, M. Ismail Riyadi. Ia menilai paparan Gubernur Sumsel disampaikan secara lengkap dan komprehensif. Menurutnya, keberhasilan Sumsel mengintegrasikan inklusi keuangan dengan pengelolaan komoditas melalui hilirisasi berpotensi menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.

Turut mendampingi Gubernur Sumsel dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto, para kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, serta perwakilan Sultan Muda Sumsel. (HUM /*RED)

Please follow and like us:
icon_Follow_en_US Gubernur Herman Deru Tampilkan Program 100.000 Sultan Muda sebagai Andalan Menuju TPKAD Award 2026
en_US_save Gubernur Herman Deru Tampilkan Program 100.000 Sultan Muda sebagai Andalan Menuju TPKAD Award 2026