PALI, PERSADAEKSPRES.COM – Staf Ahli TP PKK Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, mengajak masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk memanfaatkan potensi lokal demi terwujudnya kemandirian pangan keluarga. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab, Selasa (26/8/2025).
Dalam sambutannya, Lidyawati mengatakan kunjungan ini bukan sekadar monitoring dan evaluasi program, tetapi juga upaya mengenali potensi daerah yang dapat dikembangkan. “Kami datang untuk melihat langsung bagaimana program PKK berjalan, sekaligus mengenali kekuatan lokal yang bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Menurut Lidyawati, salah satu program yang menjadi fokus adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Program ini bertujuan mengajak masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan. “Dengan menanam sayuran, buah, dan memelihara ikan, keluarga tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan sendiri tetapi juga bisa menambah penghasilan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan pekarangan melalui program AKU HATINYA PKK telah terbukti efektif mendukung ketahanan pangan keluarga. “Hasil dari pekarangan bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga bisa dijual, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan,” kata Lidyawati.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK. Dasawisma, menurutnya, bukan sekadar kelompok, tetapi motor penggerak yang mampu menggerakkan masyarakat dalam berbagai program, mulai dari ketahanan pangan hingga pemberdayaan ekonomi.
“Dasawisma adalah kekuatan kita dalam mewujudkan keluarga sejahtera. Dengan sinergi yang baik, kita bisa menurunkan angka kemiskinan dan stunting di Sumsel,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada pangan, Lidyawati juga menekankan pentingnya pembinaan karakter keluarga. Pokja I PKK diharapkan melaksanakan program PAAREDI, melindungi anak dan remaja dari bahaya narkoba, judi online, dan dampak negatif teknologi.
Bidang ekonomi kreatif juga menjadi perhatian melalui Pokja II. “Kami dorong UP2K PKK agar terus berkembang, karena ekonomi keluarga yang kuat akan membawa dampak positif bagi masyarakat secara luas,” paparnya.
Di bidang ketahanan keluarga, Lidyawati mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat dan menjaga lingkungan. Ia mengingatkan bahwa PKK juga memiliki peran penting dalam melestarikan alam melalui kegiatan seperti penghijauan dan pengurangan sampah plastik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Desa Betung Selatan, Risma Eka Putri, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program PKK provinsi. “Dengan 37 kelompok dasawisma yang ada, kami optimistis mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bukti nyata komitmen TP PKK Sumsel untuk mendampingi dan menguatkan peran PKK di daerah. Melalui pembinaan berkelanjutan, diharapkan masyarakat PALI semakin mandiri dan sejahtera.
Gubernur Herman Deru Pastikan Dukungan Penuh untuk Karang Asem Festival 2025
Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Karang Asem Festival (KAF) 2025, sebuah ajang budaya yang kini masuk dalam kalender pariwisata nasional. Kepastian itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi panitia KAF di Griya Agung Palembang, Selasa (26/8/2025).
Pertemuan ini digelar dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan laporan persiapan akhir sebelum festival dimulai. KAF sendiri dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Muara Enim pada awal September mendatang.
“Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahmi hari ini. Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Herman Deru usai menerima laporan panitia.
Menurut Gubernur, keberhasilan festival ini bertahan hingga tahun keempat adalah bukti kuat bahwa acara tersebut memiliki daya tarik besar. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat serta profesionalisme penyelenggara yang konsisten.
“Kegiatan ini sangat menarik, mengangkat budaya lokal sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM,” tegasnya.
Herman Deru berharap Karang Asem Festival dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan di masa mendatang. Ia juga menegaskan komitmennya untuk hadir pada acara pembukaan. “Saya akan upayakan hadir karena saya belum pernah menyaksikan langsung,” ujarnya penuh semangat.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan pentingnya aspek keamanan, mengingat festival ini digelar pada malam hari. “Karena acaranya malam, keamanan untuk masyarakat harus ekstra,” pesannya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Muara Enim yang juga Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Andi Wijaya, menyampaikan bahwa acara pembukaan KAF akan digelar pada 3 September 2025. “Karang Asem Festival adalah event yang awalnya lahir dari inisiatif warga, dan kini menjadi agenda pariwisata nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, festival ini menghadirkan pertunjukan budaya yang edukatif sekaligus menghibur. “Kami ingin menjaga tradisi sekaligus memberi nilai tambah ekonomi,” jelas Andi.
Selain atraksi budaya, KAF juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Tahun ini, festival melibatkan 104 stan UMKM yang sebagian besar berasal dari pelaku usaha lokal. “Tiket masuk hanya Rp10.000, pengunjung juga mendapat air mineral gratis,” katanya.
Audiensi di Griya Agung turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Hariyadi, Inisiator dan Sekretaris KAF Sunoto, serta Koordinator Tim Kreatif Ryan Putra Purnama. Mereka sepakat menjadikan KAF sebagai ikon pariwisata Sumsel. (HUM /*RED)



Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.