Penutupan Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah PWI Sumsel Meriah, Bertabur Piala dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Gubernur H Herman Deru Ajak PWI Gelar Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah Tingkat Sumsel
PALEMBANG, PERSADAEKSPRES.COM- Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi Wali Kota Palembang Drs H Ratu Dewa MSi telah mensupport digelarnya Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (PWI Sumsel). Gubernur Herman Deru merespon, setuju dan menyambut baik Festival tersebut digelar hingga ke tingkat Provinsi (piala Gubernur). Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah tersebut telah sukses digelar perdana dipadati para peserta dari berbagai kategori di Masjid Darussa’id, Jl. MP. Mangkunegara No.1589, 8 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan, 22 – 27 April 2025, kemarin.

Hal tersebut ditegaskan Ketua PWI Sumsel Kurnaidi ST melalui Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan sekaligus Ketua Pelaksana Afdhal Azmi Jambak, SH didampingi Sekretaris PWI Sumsel – Sekretaris Panitia Novas Riady, SKom MIkom, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Anwar Rasuan, Wakil Ketua Bidang Cyber Multi Media, Nasrullah SSos dan jajaran Pengurus PWI Sumsel, saat Penutupan Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jl. Tasik Kambang Iwak, Kamis, (1/5/2025).
“Gubernur Sumsel H Herman Deru support dan telpon saya, kita adakan untuk Provinsi dengan lebih besar,” beber Afdhal Azmi Jambak kepada PersadaEkspres.com.
Menurutnya, Gubernur sangat mendukung pelaksanaan Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah yang digagas PWI Sumsel. Ke depan, PWI Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumsel bakal mengadakan Festival ini di tingkat Provinsi, maupun Kabupaten dan kota.

“PWI Sumsel akan menggandeng sejumlah Kabupaten/Kota di Sumsel seperti Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba) dalam waktu dekat ikut serta menyelenggarakan kegiatan serupa,” tambahnya.
Asisten I Setda Provinsi Sumsel, Dr Drs H Sunarto MSi mengapesiasi atas terselenggaranya Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah PWI Sumsel tersebut.
“Membaca surat Al-Fatihah dengan baik karena merupakan bagian penting dari rukun shalat, pembacaannya harus benar dan tartil. Festival ini sangat positif, dan kami di Pemprov Sumsel akan membahas lebih lanjut pelaksanaannya di tingkat provinsi,” ucap Sunarto seraya berharap kemampuan masyarakat dengan digelarnya Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah dapat semakin meningkat, dan memperkuat pemahaman.
Sementara itu, dilansir dari Koran Transparan Merdeka, sejumlah ulama di Palembang dan Sumatera Selatan merespon baik dan bersyukur serta mengapresiasi Walikota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa MSi yang telah mensupport kegiatan Festival Baca Alfatihah yang Benar dan Indah yang digelar Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan pada 22-27 April 2025 di Masjid Darussa’id Jl. MP Mangkunegara yang diikuti 545 peserta.

Para ulama dan pimpinan organisasi Islam tersebut antara lain; Drs. H. Umar Said, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel, Drs. H. Azra’i Amran salah satu da’i senior dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumsel, H. Ridwan Hayatuddin, SH, MH.
“Kita bersyukur Pak Ratu Dewa sudah support PWI menggelar Festival Baca Alfatihah yang Benar dan Indah. Selanjutnya Walikota harus menjadikan festival Baca Al Fatihah itu agenda tahunan dengan sediakan anggaran yang cukup. Di samping yang lebih penting buat program lebih dalam agar semua masyarakat muslim di Palembang bisa membaca Al Fatihah dengan Benar dan Indah,” kata Umar Said.

Umar Said yang sejak dulu dikenal istiqamah amar makruf nahi munkar itu, bangga dengan Pengurus PWI Sumsel yang sudah melakukan pekerjaan baik yang dibutuhkan masyarakat. Sebab, merupakan fakta tidak terbantahkan banyak umat Islam bacaan alfatihahnya tidak lurus atau salah tajwidnya. Padahal baca Alfatihah yang benar dan indah itu wajib hukumnya.
“Ide sederhana ini memang esensial sekali. Penting sekali, karena membaca Alfatihah yang benar dan indah itu wajib dan rukun shalat,” katanya seraya menambahkan kalau salah baca alfatihah maka salah pula shalatnya,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Ketua PW Muhammadiyah Sumsel Ridwan Hayatuddin, ia menyambut baik dan bersyukur digelarnya Festival Baca Al Fatihah yang Benar dan Indah yang digelar PWI Sumsel.
“Luar biasa,” kata tokoh yang juga pengacara senior tersebut.
Ridwan mengakui banyak umat Islam termasuk yang jadi imam shalat di masjid-masjid dan mushalla-mushalla yang bacaan alfatihahnya salah atau tidak lurus bacaannya.
“Itu fakta yang memprihatinkan. Bahkan ada yang ngotot jadi imam shalat padahal bacaannya tidak sesuai tajwid,” katanya.
“Saya sebagai warga masyarakat, pimpinan organisasi bangga dan bersyukur dengan support Wali Kota Ratu Dewa tersebut. Kita bersyukur karena pemimpin di kota Palembang ini peduli dengan syiar Islam. Itu sesuai dengan Visi misi Palembang Darussalam,” kata Azrai Amran yang merupakan salah satu ulama asal Pale Syarat sah shalat. Yang akan ditanya pertama kali setelah meninggal dunia adalah tentang shalat yang merupakan tiang agama.
Ketua FUI Sumsel, Drs Umar Said mengapresiasi ikhtiar baik yang dilakukan Ratu Dewa di awal kepemimpinannya periode pertama sebagai Walikota Palembang dengan support Festival Baca Alfatihah Yang Benar dan Indah yang dilaksanakan oleh PWI Sumsel. Setelah itu, harus berlanjut ke program lainnya yang bertujuan agar semua umat Islam di Palembang bacaan alfatihahnya benar dan indah sehingga amal ibadahnya diterima Allah.

“Ke depan Pemkot Palembang perlu meningkatkan Ikhtiar yang baik yang sudah dilaksanakan.
Perlu bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid, LPTQ, Ikatan Persatuan Qori dan Qoriah. Sehingga kegiatan bisa lebih besar bobotnya,” tambahnya.
Bila kerjasama dengan Dewan Masjid, maka berbagai festival dan pelatihan bisa dilaksanakan setiap tahun, per setengah tahun atau bahkan bulanan. “Kegiatan pelatihan Baca Al Quran Yang Benar dan Indah ke depan diutamakan pengurus masjid dan remaja masjid. Dengan adanya pelatihan akan bisa bekali pengurus dan remaja masjid dengan kemampuan baca alfatihah secara benar.

“Sebagai kepala daerah harus respek terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan warganya. Apalagi lembaga yang menyelenggarakan sudah tidak asing, yakni PWI. Khusus program-program untuk umat. Setiap masjid umumnya punya TK/TPA. Kalau TK/TPA bekerjasama dengan PWI maka setiap masjid akan senang melaksanakan Festival dan Pelatihan Baca Alfatihah yang Benar dan Indah. Tetapi harus support dengan dana yang cukup. Selama ini kesulitan banyak pihak untuk lakukan kegiatan keumatan adalah karena masalah dana. Pemkot Palembang wajib menyediakan anggaran dalam jumlah yang memadai dan cukup yang harus dibiayai dari APBD Palembang,” kata tokoh yang sering memimpin aksi demonstrasi melawan kemaksiatan dan kemunkaran ini.

Umar Said mengakui, ada cukup banyak orang yang jadi imam padahal bacaannya terutama Alfatihah tidak sesuai tajwidnya. Akibat tidak sesuai, salah atau keliru itu maka ibadahnya salah dan tidak diterima Allah.
“Karena belum banyak masjid angkat imam tetap dalam shalat fardhu, akibatnya dorong-dorongan. Ada yang dengan kesadarannya harus benar bacaannya. Ada juga yang karena sebuah penghormatan tetapi tidak baca dirinya sendiri bahwa imam harus lebih baik bacaannya dari makmum,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, acara penutupan Festival baca Al-fatihah yang benar dan indah berlangsung semarak bertabur piala dan hadiah puluhan juta rupiah. Penutupan dilakukan oleh Walikota Palembang, Drs, H. Ratu Dewa, M.Si, diwakili oleh Edison S Sos, MSi, Staf Ahli Walikota Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum & HAM.
Adapun para pemenang, juara I, II dan III masing-masing kategori PAUD /TK Putra – Putri, SD /Sederajat, SLTP /Sederajat, SLTA /Sederajat, Perguruan Tinggi/Mahasiswa, Umum /Dewasa, dan Lansia mendapatkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan total puluhan juta rupiah.
Adapun para masing-masing juara tersebut adalah sebagai berikut:



Acara dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, diwakili oleh Asisten I pemerintahan dan kesra, Dr. Drs, H Sunarto M.Si, ketua pengurus wilayah Nahdatul Ulama Sumsel, KH Muflihul Hasan M.Si, Ketua PWI Sumsel Kurnaidi, ST yang diwakili oleh Wakil Ketua PWI Sumsel bidang Kelembagaan Anwar Rasuan, Wakil Ketua Bidang Cyber dan Multi Media Nasrullah SSos, Kominfo Sumsel Alfarizi Arman, Biro Kesra Awaluddin , Unsur Muspida Kota Palembang, Danrem 044/Gapo diwakili Kabintal 044/Gapo Kabintal Korem Lettu Arm Yasteen, Danlanud Palembang diwakili Kasiintel Said Danlanal Palembang diwakili Kapten Heru, Kapolrestabes Palembang diwakili Binmas Iptu Chepy Aminudin, Dandim 0418/Plg diwakili Djunaidi, Kejari Kota Palembang Diwakili Intelijen Syarif Sulaiman,SH, Kemenag Palembang H. Ahmad Saleh, Ketua Masjid Darussaid Palembang Dr. H. Muhammad Faruq,M.Pd, PWNU Sumsel Ahmad Syaipudin, LPTQ H. iskandar LC, Agung Kurniawan ,M.Pd.I, Ardiayasi, LC. M.Ag, Ambo Ape, seluruh peserta Festival Baca Al-Fatihah yang Benar dan Indah dan para panitia EO Salam Bersama. (AFD/RUL/*RED)



Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.