BREAKING NEWS!:

Kisah Perjalanan dari Palembang Belah Dua Gunung Merbabu – Merapi: Hantarkan Anak Sekolah Mondok ke Ponorogo

Spread the love
c5-3 Kisah Perjalanan dari Palembang Belah Dua Gunung Merbabu - Merapi: Hantarkan Anak Sekolah Mondok ke Ponorogo
Foto Kompas.com

Awal perdana main lewat sini, jam sebelas malam. Ketika di puncak, asap putih kabut menghalau perjalanan kami. Dibantu sinar lampu motor seadanya dari lawan arah perjalanan, cuaca dingin dan teriakan Allahu Akbar menggemah karena rasa takut melihat suasana sepi dan senyap (saat di puncak gunung) semakin menambah suasana tegang perjalanan.

c4-4 Kisah Perjalanan dari Palembang Belah Dua Gunung Merbabu - Merapi: Hantarkan Anak Sekolah Mondok ke Ponorogo
Foto Kompas.com

Tak jarang laju mobil (kendaraan) kami sebentar2 tersendat dan berhenti guna memastikan kondisi jalan apakah tersesat atau memang sesuai on the track alur map perjalanan kami.

Kaki kian ragu untuk memejek gas Toyota Innova tua (tahun 2008). Beruntung sebelum berangkat, persiapan kendaraan lumayan ekstra. Dari pergantian kopling, dan beberapa part lainnya yang divonis oleh Mekanik perlu diganti.

Tak jarang, para penumpang berteriak kecil dan kuat mengingatkan untuk berhati-hati. Selain jalan nya sempit dan terjal, medan berat pun terpaksa dihadapi dan mampu dilahap.

Alhamdulillah, perjalanan kami pun tanpa kendala, terima kasih ya Allah SWT telah melindungi kami. Terbilang, 2 kali perjalanan dari Jogja ke Jatim, tak bisa mengelak lagi melewati jalan terjal diantara gunung itu.

c3-4 Kisah Perjalanan dari Palembang Belah Dua Gunung Merbabu - Merapi: Hantarkan Anak Sekolah Mondok ke Ponorogo

Karena perjalanan melalui jalan lain tak tahu, perjalanan kami hanya terpaku pada layar map Handphone juga terbilang tua. Tak jarang, signal tiba-tiba lenyap saat mendaki di antara kedua gunung itu menambah suasana hening dan bulu berkidik saat posisi perjalanan kami di antara sisi jurang gunung.

Rasa takut dan tobat pun selalu datang. Persiapan kendaraan ‘fit’ tak cukup, uji nyali dan pengalaman sopir memang dipertaruhkan.

“Nyali dan kendaraan fit ga cukup Adinda lewat jalan itu, jangan lupa berdoa memohon keselamatan kepada Maha Kuasa,” ujar saudara kami di Serang mengingatkan.

Menurutnya, perjalanan melewati jalan itu jika memang tidak terdesak disaranin jangan dilalui. Apalagi saat malam hari. Selain sepi, para lelembut kadang muncul.

“Panjatkan doa, dahulu Adinda ada bis berpenumpang sarat jatuh ke dasar gunung (jurang), karena sopirnya didatangi para lelembut. Selain sopir, juga penumpang nya dibuat panik melihat penampakan muncul tiba2. Maklum daerah gunung,” kenangnya mengingatkan.

Palembang, 13 Maret 2020.

Nasrullah,S.Sos

and Family.

Please follow and like us:
icon_Follow_en_US Kisah Perjalanan dari Palembang Belah Dua Gunung Merbabu - Merapi: Hantarkan Anak Sekolah Mondok ke Ponorogo
en_US_save Kisah Perjalanan dari Palembang Belah Dua Gunung Merbabu - Merapi: Hantarkan Anak Sekolah Mondok ke Ponorogo
RSS
Follow by Email