
HUT ke-114 Kabupaten OKU, Desa Belandang Belum Punya Kantor Desa
OKU, PERSADAEKSPRES.COM- Desa Belandang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU pasca dilanda banjir yang terjadi pada bulan Mei 2024 kemarin, masih menyisakan puing-puing bangunan yang rubuh.
Pantauan Wartawan PersadaEkspres.com, semenjak banjir tersebut menghantam dan menerjang rumah masyarakat dan gedung Serba Guna milik Desa Belandang, sampai saat ini masih dibiarkan begitu saja dan belum tersentuh bantuan dari pihak mana pun, Selasa, 30 Juli 2024.
Kepala Desa (Kades) Belandang Simarudin, mengaku Desa Belandang Kecamatan Ulu Ogan tersebut belun memiliki kantor desa sama sekali. Dalam melayani masyarakat, desa Belandang hanya menggunakan gedung serba guna saja.
“Itulah yang kami jadikan kantor. Tapi gedung tersebut rusak pasca banjir yang terjadi,” timpalnya.

Lebih jauh Samarudin mengatakan, perangkat desa yang dahulu bisa aktif di kantor diberdayakan bertugas di gedung serba Guna satu-satunya milik desa Belandang.
“Kini harus mengantor di rumah. Perangkat desa sekali pun memilik pekerjaan lainnya di kebun, mereka aktif melayani warga desa. Tapi, semenjak gedung serba guna itu hancur perangkat desa sangat kesulitan menjalani aktiftasnya melayani masyarakat,” ucapnya, Selasa, 30 Juli 2024.
Karena tidak ada kantor, untuk sementara mereka kalaupun ada kegiatan desa harus dikumpulkan di rumah pribadi milik Kepala Desa seadanya.
“Kedepan saya berharap kantor desa tersebut dibangun kembali dan perangkat besa bisa aktif dalam melayani masyarakat Desa Belandang,” harapnya.
Sementara itu, Pahmi, warga desa Belandang menuturkan bahwa sebelum gedung seba guna tersebut rubuh, ia mengaku sering berurusan di gedung yang dimanfaatkan sebagai kantor untuk melayani masyarakat. Di HUT ke 114 Tahun Kabupaten ini, ia berharap dibangun kantor untuk perangkat desa guna melayani masyarakat.
“Kalau ada kantor serba guna tersebut kami langsung ke sana untuk keperluan apapun. Pasca banjir, perangkat desa dan kades tidak ada kantor. Saya berharap dibangun kantor untuk melayani masyarakat desa. Kami pun sebagai warga begitu kesulitan untuk berurusan karena harus di rumah pribadi masing-masing perangkat desa’,” pungkasnya. (YOS /*RED)



Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.