BREAKING NEWS!:

Tahun 2020, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Warga Miskin di Sumsel Tetap Jalan

Spread the love
c1 Tahun 2020, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Warga Miskin di Sumsel Tetap Jalan
Adi Darmadi, Kabid Pemberdayaan Sosial – Dinas Sosial Prov. Sumatera Selatan
PERSADAEKSPRES.COM, PALEMBANG– Perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap sektor usaha bagi warga miskin patut diacungi jempol karena bantuan ini merupakan agenda tahunan pemerintah setempat dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam program ini dilakukan melalui proses tender secara terbuka.

Menurut data yang berhasil dihimpun, tahun 2019 Provinsi Sumatera Selatan telah memberikan bantuan 3000 kepala keluarga (KK ) tersebar di 9 kecamatan se-Sumatera Selatan. Bantuan usaha ekonomi produktif warga miskin tersebut kepada warga yang kurang mampu yang memiliki usaha, berupa sarana dan prasarana (barang usaha) yang dibutuhkan. Mereka (warga miskin) tercantum dalam proposal sebelumnya, bantuan diberikan bukan berupa uang.

Rincian warga miskin yang menerima bantuan usaha ekonomi produktif itu sebagai berikut Kabupaten Lahat 250 KK dengan nilai Rp.1,3 M, OKUT 250 KK dengan nilai Rp.1,3 M, Muaraenim 250 KK dengan nilai Rp.1,3 M, Kota Palembang 200 KK dengan nilai pagu Rp.1,1 M, Ogan Ilir 200 KK dengan nilai Rp.1,1M, Muba 200 KK dengan Nilai Rp.1,1 M ,Kabupaten PALI 200 KK dengan nilai Pagu anggarannya Rp.1.1 M, Kabupaten OKI sebesar 250 KK besar PAGUnya Rp.1,3 M, Kabupaten Musi Rawas 200 KK dengan nilai pagunya Rp.1,1 M

“Benar, program ini ada dari tahun 2019, untuk tahun 2020 program bantuan usaha ekonomi produktif warga miskin ini volumenya tetap seperti tahun sebelumnya. Untuk sementara ini hanya kota Palembang terlihat meningkat menjadi 250 KK dimana tahun 2019 hanya 200 KK,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, Drs. Adi Darmadi ketika dikonfirmasi wartawan PersadaEkspres.Com, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk data kemiskinan nama para warga itu sudah terdafar di dinas sosial ini berdasarkan dari Bappeda. Salah contohnya untuk tahun 2020 sekarang berdasarkan data dari Bappeda, data kemiskinan di 9 kabupaten kota se-Sumsel mengalami penyusutan 0,15 persen yaitu 12,82 menjadi 12,56 KK. Jadi sejak kepimpinan Gubernur Herman Deru – Mawardi Yahya (HD-MY) dalam mengentaskan kemiskian angka kemiskinan dalam progresnya sebesar 9240 KK. Berarti sudah terlihat ada perubahan kehidupan warga, sejahtera.

“Tahun 2020 ini, kita berikan hanya untuk 10 kegiatan saja tidak seperti tahun sebelumnya, seperti usaha dagang kelontongan, warung pempek yang perputaran uangnya terlihat setiap hari. Jadi kita dari Pemerintah Daerah bisa melihat perkembangan ekonomi mereka pasca diberikan bantuan,” imbuhnya.

Menurutnya, bagi mereka ingin mendapatkan bantuan bisa mengusulkan secara pribadi. Bukan secara usaha bersama atau kube. Jadi mereka yang ingin dapat bisa ajukan proposal ke Dinas Sosial setempat di Kabupaten /Kota asal.

“Bagi mereka yang belum terdaftar nanti bisa kita pertimbangkan untuk menjadi warga miskin susulan, bukan bearti menutupi peluang mereka untuk mendapatkan bantuan ini. Tinggal koordinasi langsung saja ke Dinas Sosial di tempat mereka tinggal,” tandas Kabid Pemberdayaan Sosial ini seraya menambahkan untuk tahun ini masih ada peluang bagi mereka untuk mengajukan. Karena program ini Insya Allah baru berjalan sekitar bulan Maret. Nanti seluruh proposal tersebut akan kami lakukan verifikasi seluruhnya sesuai dengan undang-undang dan peraturan sekarang. (Boni Tangga Buntung)

Please follow and like us:
icon_Follow_en_US Tahun 2020, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Warga Miskin di Sumsel Tetap Jalan
en_US_save Tahun 2020, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Warga Miskin di Sumsel Tetap Jalan